PEMANASAN GLOBAL ( GLOBAL WARMING )

PENYEBAB PEMANASAN GLOBAL

Mengapa terjadi pemanasan global? Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), yaitu sebuah kelompok peneliti yang konsen meneliti dan mengamati tentang berbagai hal yang berkaitan dengan perubahan iklim, setiap beberapa tahun sekali melakukan pertemuan dan diskusi untuk membahas berbagai hal yang berhubungan dengan penemuan-penemuan terbaru terkait dengan perubahan iklim khususnya pemanasan global. Dari berbagai diskusi ilmiah tersebut, para peneliti yang tergabung dalam IPCC menyimpulkan bahwa peningkatan rata-rata suhu global bumi disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca yang kemudian dikenal dengan istilah efek rumah kaca. Disebut gas rumah kaca, karena keberadaan gas ini di udara memberikan efek yang sama seperti rumah kaca, yaitu menyerap dan menahan panas di dalamnya sehingga suhu di sekitarnya menjadi panas. Sebagian besar gas-gas rumah kaca dewasa ini dihasilkan oleh aktivitas manusia diantaranya pembakaran bahan bakar berbasis fosil oleh mesin dan kendaraan bermotor.

Bagaimana Proses Terjadinya Pemanasan Global

Pemanasan global terjadi sebenarnya mengikuti prinsip efek rumah kaca. Rumah kaca memiliki prinsip, menyerap energi panas yang dipancarkan oleh matahari dan menahannya, sehingga suhu udara di dalam rumah kaca menjadi hangat dan bisa menunjang pertumbuhan tanaman di dalamnya.

Bumi menerima energi panas dari matahari yang menyinari bumi. Energi panas yang sampai ke Bumi, menciptakan nuansa panas yang menghangatkan bumi. Sebagian dari panas tersebut di serap oleh bumi dan sisanya akan dipantulkan kembali. Namun, sebagian besar panas tersebut tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya gas rumah kaca. Panas yang dipantullkan oleh bumi akan diserap oleh gas-gas rumah kaca dan dipantulkan kembali ke permukaan bumi. Akibatnya, energi panas tersebut terperangkap di dalam atmosfer bumi, sehingga suhu di permukaan bumi pun meningkat.

Pada konsentrasi terstentu, sebenarnya kehadiran gas-gas rumah kaca ini sangat diperlukan untuk menghangatkan suhu di atmosfer bumi. Namun, meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca juga akan berdampak pada semakin meningkatnya energi panas di atmosfer bumi.

Pemanasan Global dari Waktu Ke Waktu

Pemanasan global mulai dirasakan manusia semenjak seratus tahun terakhir ini. Konon kabarnya, suhu bumi meningkat tajam semenjak revolusi industri yang muncul pada abad ke-18. Revolusi industri ditKamui dengan perubahan pola industri yang sebelumnya menggunakan cara-cara konvesional yang lebih mengKamulkan otot dengan cara-cara yang lebih modern yaitu dengan menggunakan mesin. Revolusi industri banyak memberikan kemajuan dan meningkatkan produktivitas kerja, sehingga hasil yang diperoleh pun lebih meningkat, baik secara kualitas maupun kuantitas.

Namun, revolusi industri ternyata juga memberikan dampak negatif bagi alam. Salah satu diantaranya adalah dengan meningkatnya suhu global sebagai dampak dari gas rumah kaca yang dihasilkan oleh mesin-mesin industri yang digunakan dalam proses produksi.

Dampak Pemanasan Global

Para ilmuwan telah memprediksikan bahwa pemanasan global yang terus meningkat ini, akan menimbulkan beberapa dampak negatif bagi alam khususnya kehidupan di muka bumi. Pemanasan global diperkirakan akan mempengaruhi kestabilan cuaca, populasi satwa, produktivitas hasil pertanian, air laut, bahkan hingga kondisi sosial politik nantinya.

Yuk, Mengurangi Pemanasan Global

Melihat luasnya dampak negatif yang akan ditimbulkan oleh isu pemanasan global ini, maka ada baiknya manusia mulai memikirkan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi pemanasan global. Baik secara individu, kelompok maupun masyarakat.

Secara individu, kita bisa ikut mengurangi pemanasan global dengan cara mengurangi konsumsi bahan bakar berbasis fosil. Selain itu, kita juga dapat berpartisifasi mengurangi konsentrasi gas karbondioksida (CO2) di udara dengan cara menanam dan memelihara pepohonan. Setiap pohon memiliki triliyunan stomata yang siap menyerap CO2 dari udara untuk proses fotosintesisnya. Selain berfungsi menyerap karbondioksida, pepohonan juga merupakan pensuplai oksigen terbesar bagi atmosfer bumi. Kamu pasti bisa merasakan perbedaan suasana daerah yang kaya dengan pepohonan dan daerah yang gersang, bukan?Karenanya, yuk tanam dan pelihara pepohonan di sekitar kita!

E

 

 

 

 

 

 

HGGSSDSDDSD

 

 

 

 

 

 

SDS

 

ADMIN EKO AGUSTIAN

~ oleh sdn2cangkoakdukupuntang pada Oktober 17, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: