PENTINGNYA MENERAPKAN PENDIDIKAN SEJAK DINI

Pentingnya Menerapkan Pendidikan Sejak Dni

            Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Melihat arti dari sebuah pendidikan diatas maka pendidikan itu sangat penting jika diterapkan pada anak sejak usia dini atau dikenal dengan PAUD (Pendidikan Anaka Usia Dini ). Penerapan pendidikan sejak dini memang diharapkan dapat memberikan bekal yang dibutuhkan untk masa mendatang yang lebih baik dan dapat mengerti seberapa pentingnya pendidikan. Di Indonesia sendiri  pendidikan itu  wajib di tempuh selama 9 – 12 tahun, karena untuk mengurangi kebodohan di Indonesia dan keterlantaran anak-anak di jalan, Pemerintah juga memberikan sekolah gratis ke anak-anak yang kurang mampu untuk menempuh pendidikan.
                        Tujuan menerapkan pendidikan sejak dini adalah membentuk insan yang kamil atau manusia sempurna, tujuan yang akhir pendidikan ialah agar anak sebagai mansia (individu) dan sebagai anggota masyarakat (manusia social ) dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.
Lingkungan utama yang sangat berperan dalam seorang anak tentulah datang dari orang tua atau keluarga, yaitu ayah, ibu serta adik dan kakaknya. Lingkungan ini merupakan lingkungan yang paling urgen dan yang paling bertanggung jawab dalam mendidik seorang anak. Peran orang tua tidak hanya menyediakan materi dan saat-saat belajar tetapi juga pengawasan waktu belajar dan juga membimbing anak-anaknya untuk mengatasi kesulitan belajar.
Pendidikan yang ditanamkan pada usia dini ini bukan berarti sebuah pendidikan yang sangat formal dari orang tua, tetapi pendidikan yang lebih santai dengan cara bermain. Bermain merupakan bagian dari perkembangan anak yang tidak bisa lepas begitu saja, terutama untuk anak usia dini yang sedang memasuki tahap emas. Di usia emas (0-3) tahun anak membutuhkan banyak sekali stimulus agar syaraf-syaraf di otaknya semakin berkembang sehingga kecerdasanya bisa optimal. Aktivitas yang tepat pada usia dini akan mendukung perkembangannya kelak.
Orang tua sebagai salah satu pihak yang bertanggung jawab dalam pendidikan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan pendidikan anak. Kartono (1985;5) mengatakan bahwa :
“Orang tua harus dapat menciptakan situasi dan kondidsi baik fisik maupun psikis, baik secara sosial maupun non sosisal yang memadai agar tercapai prestasi belajar yang optimal. Hal ini karena keluarga mempunyai pengaruh terhadap keberhasilan murid khususnya jika orang tua bersifat merangsang, mendorong dan membimbing terhadap aktifitas belajar anaknya, sehingga memungkinkan diri anak untuk mencapai prestasi belajar yang tinggi”
Peran orang tua juga berkisar pada kegiatan pemeliharaan, pengasuhan, pembimbingan, dan pendidikan anak baik segi rohani maupun jasmani. Peran yang lebih kongkrit lagi orang tua adalah sebagai pendorong yang memberi semangat, penasehat serta teman serta menjadi contoh anaknya selain sebagai orang yang mencintai, yang memberi kasih sayang dan tempat bertanya anaknya.
Bimbingan merupakan bantuan atau tuntunan, yang mengandung pengertian bahwa pembimbing harus memberikan bantuan kepada yang dibimbing¬nya. Keadaan seperti ini terkenal dalam dunia pendidikan “Tut Wuri Handayani” yaitu bahwa dalam memberi bimbingan, arah diserahkan kepada yang dibimbing. Bimbingan hendaknya merupakan bantuan yang dapat menyadarkan seorang itu akan pribadinya sendiri (bakatnya, minatnya, kemampuannya dan sebagainya) sehingga dengan demikian ia sanggup memecahkan sendiri kesukaran-kesukaran yang dihadapainya.
Bimbingan orang tua dapat membawa pertumbuhan dan perkembangan yang lebih baik tcrhadap aktifitas belajar anak, melalui bimbingan orang tua dapat mengarahkan dan mengetahui segala kesulitan-kesulitan yang dihadapi putra-putrinya. Menurut Druxes (1983-105) mengatakan bahwa “Prestasi belajar adalah hasil belajar siswa yang dihubungkan dengan tujuan belajarnya”, maka anak sebagai siswa yang dapat dikatakan berhasil apabila tujuan belajarnya dapat dicapai.
Pendidikan yang penuh dengan pemahaman, pengembangan dan kesempatan seluas-luasnya diberikan pada anak untuk menunjukan potensi dirinya (anak), mengerti kemampuannya sendiri, dan bagaimana juga nantinya untuk mengembangkan dari potensi anak tersebut. Meskipun cara yang ditujukan tidak seumum orang dewasa namun disinilah letak orang tua untuk dapat memberikan pengarahan yang jelas pada anak.
Pembinaan atau penanaman pendidikan sejak dini pada anak dimulai dari sejak lahir hingga usia enam tahun atau hingga memasuki usia yang matang untuk menapak pendidikan lebih lanjut atau lebih formal. Usaha ini dimulai untuk dapat menanamkan nilai – nilai keleluhuran , budi pekerti dan lainnya pada anak dimulai dari usia dini. Perkembangan anak untuk memperoleh proses pendidikan yang dimulai sejak usia dini merupakan periode emas, karena berdasarkan penelitian 50% kapabilitas kecerdasan orang dewasa terjadi pada usia 4 tahun, kemudian 80% terjadi ketika berumur 8 tahun dan mencapai titik kuliminasi saat usia 18 tahun. Artinya bahwa dalam perkembangann kurun 4 tahun pertama sama besarnya dengan perkembangan yang terjadi pada kurun waktu 14 tahun berikutnya.
Pendidikan di usia dini bertujuan juga untuk memberikan stimulus (rangsangan) dari lingkungan terdekat seperti orang tua untuk dapat mengoptimalkan kemampuan anak. Seperti yang dikatakan bahwa periode emas menjadi masa kritis untuk anak, mengingat sangat berpengaruh hingga perkembangan dewasa dan ini menjadi hal yang sangat penting dalam penerapan pendidikan, masa itu hanya datang sekali dan sekali terlewatkan maka peluang akan habis.
            Peranan pendidikan adalah peran yang menentukan kualitas pendidikan seorang anak di usia dini. Begitu juga dengan pengaruhnya terjadap karakter dan perkembangan psikis atau kepribadian dari seorang anak. Pada usia awal dasar-dasar kepribadian anak mulai terlihat dan sebagai orang terdekat (orang tua) harus dapat mengarahkan ke jalur yang tepat. Jika anak sudah mulai berbohong, kemudian membantah kepada orang tua, tidak bersikap hormat pada orang yang lebih tua, inilah yang harus secara jeli di lihat oleh orang tua mengenai sikap jelek anak yang harus di arahkan.
            Orang tua sebagai penyelanggara pendidikan pada anak sejak usia dini diharapkan dapat menanamkan pendidikan kepada tiga aspek, pertumbuhan dan perkembangan fisik yaitu koordinasi motorik halus dan motorik kasar, kecerdasan daya pikir, daya cipta, emosi, spiritual, sosio emosional seperti sikap dan perilaku serta agama. Pendidikan yang dititikberatkan ialah bertumup pada pendidikan karakter yang memang harus ditanamkan sejak dini pada anak. Anak berbeda sekali dengan orang dewasa, jika cara berpikir orang dewasa lebih abstrak maka cara berpikir anak lebih konkrit. Artinya bahwa ketika mengajari anak sholat hanya melalui teksbook atau buku panduan sholat yang kemudian dipraktikkan oleh anak dengan bimbingan orang tua anak akan susah untuk memahaminya, tetapi ketika anak diajak untuk sholat bersama dengan orang tua menunjukkan bagaimana sholat , cara sholat dan sebagainya hingga anak betul-betul memahami sendiri dengan apa yang telah ia lihat dan amati sendiri. Karena disinilah letak dari pemahaman anak, anak tidak dapat berpikir abstrak tetapi anak masih menginginkan keadaan konkrit untuk dapat mengerti karena masa ini masih menggunakan organ visual yang sangat dominan dalam menangkap memori.
            Pada masa-masa inilah (usia dini) juga menjadi masa yang sangat rentan dalam membangun karakter dan kepribadian seorang anak, anak-anak sering sekali mendapatkan gambaran kepribadian yang berbeda dari lingkungan yang ada disekitarnya. Sehingga harus berhati-hati dalam pembentukan kepribadian anak, orang tua harus dapat menjelaskan mengapa diluar memiliki keadaan seperti itu dan dalam keluarga (dirumah) berbeda. Pendidikan pada masa ini juga memiliki peran membuat suatu program yang terencana dan sistematis, seperti yang dijelaskan diatas, bahwa pada masa ini sebisa mungkin akan terhindar dari pengaruh buruk lingkungan yang akan membuatnya salah arah.

Penanaman moral, ahlak dan karakter lainnya dari orang tua atau keluarga menjadi titik awal keberhasilan anak dalam menjalani setiap tangga kehidupannya. Ketika akan sudah memasuki masa remaja ia tidak akan kesulitan bagaimana harus memahami lingkungan yang ia tempati maupun perbedaan atmosfer di lingkungan luar dan di lingkungan keluargnya, anak akan jeli melihat mana yang baik dan mana yang buruk. Pada usia dinilah anak dapat menyerap banyak sekali pendidikan baik untuk kecerdasan intellegensi, emosional maupun dari kecerdasan spiritualnya. Sehingga pemikiran mengenai pendidikan pada anak usia dini bukan semata-mata hanya pendidikan formal namun juga informal yang bertujuan untuk mengembangkan karakter dan kepribadian anak menjadi lebih baik dimasa mendatang.

 

Dikutip dari : http://fadjariwi.blogspot.com/2012/12/pentingnya-menerapkan-pendidikan-sejak.html

 

ADMIN EKO AGUSTIAN

~ oleh sdn2cangkoakdukupuntang pada Oktober 17, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: