Info Pendidikan

Pendidikan Moral yang Efektif

Oleh: Rita Widyaningsih , Publish on: 1 April 2014 00:00 wib

Perjanjian luhur bangsa Indonesia yaitu Pancasila hanya bisa diwujudkan dengan dasar nilai-nilai luhur yang dianut dan melekat pada kehidupan bangsa Indonesia. Pendidikan moral Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi sangat penting untuk dilaksanakan secara terus-menerus dan tersebar di semua daerah di Indonesia.

Penduduk Indonesia sangatlah berbhineka dengan ras, agama, suku, golongan dan berasal dari daerah yang berbeda-beda yang tentu saja dengan adat-istiadatnya yang berbeda-beda pula. Tidak ada seorangpun warga yang lahir di Indonesia yang bisa memilih berambut kriting, lurus atau berombak, tidak ada seorangpun juga yang bisa memilih untuk berkulit dengan warna putih, kuning atau hitam. Tidak ada seorangpun yang tidak bebas memilih sebuah agama kecuali ada praktek intoleransi dan pemaksaan. Tidak ada seorangpun juga yang bisa memilih untuk dilahirkan sebagai bayi dengan suku tertentu. Keanekaragaman sosial dan budaya warga negara Indonesia ditambah dengan rasa intoleransi menjadi penyebab masalah ketika mereka bersatu dalam karya bersama, hidup bersama dan dalam usaha bersama mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Gesekan-gesekan nilai-nilai sosial menjadikan sebagian warga negara merasa tidak nyaman beraktifitas di suatu tempat. Misalnya, seorang A dari golongan keluarga terhormat yang telah dididik untuk selalu  bersikap santun kepada semua orang karena orang-orang di sekitar keluarganyapun juga santun kepada A, sedangkan dalam pekerjaannya di daerah lain ia harus bersama seorang B yang berasal dari seorang anak yang tidak pernah bertemu dengan lingkungan yang mengajarkan nilai sopan santun. Si B akan menganggap A aneh, demikian pula sang A pasti menganggap si B sangat aneh juga. Dalam prakteknya, banyak sekali orang yang sering tersinggung oleh karena perbedaan nilai-nilai sosial.

Pendidikan moral sejak dini yang terus dilakukan secara berulang-ulang akan menciptakan sebuah karakter bangsa. Masalahnya, pendidikan moral tidak akan efektif tanpa keteladanan. Sejak dini yang dimaksud adalah sejak bayi masih dalam kandungan, seorang ibu wajib memberikan pendidikan moral. Sejak dini juga berarti sejak bayi dilahirkan dan dituntun untuk hidup dan berkembang bersama nilai-nilai positif yang semakin banyak dilaksanakan. Sejak dini juga berarti sejak anak-anak mulai sekolah. Sejak dini juga berarti sejak warga negara menjadi produktif. Sejak dini juga berarti sejak warga negara mulai bersosialisasi secara lokal, regional, nasional maupun internasional. Arti dari semuanya, pendidikan moral harus ditanamkan dan diingatkan kembali pelaksanaannya kepada seluruh warga negara Indonesia di segala usia.

Pendidikan moral sejak dini tidak akan pernah efektif tanpa adanya keteladanan. Seorang ayah teladan, ibu teladan, ketua RT teladan, lurah teladan, camat teladan, bupati teladan, walikota teladan, gubernur teladan, wakil rakyat teladan, guru teladan, publik figur teladan dan pemerintah yang teladan sangat diperlukan dalam usaha mendidik bangsa secara efektif.

Pendidikan moral bangsa Indonesia akan menjadi efektif jika terjadi keselarasan dan keseimbangan dalam kehidupan antar umat manusia dan antara manusia dengan lingkungan alam sekitarnya yang merupakan bukti tercapainya penerapan nilai-nilai luhur. Kredibilitas bangsa akan nilai-nilai luhur tersebut merupakan landasan kuat bagi pembangunan di segala bidang.

Toleransi dalam negara Indonesia bukan berarti membiarkan praktek-praktek tidak bermoral seperti tidak santun, tidak menghormati, tidak tahu malu dan hal-hal negatif lainnya untuk terus ada dan berkembang. Pelanggaran akan nilai-nilai moral semestinya dirumuskan dalam hukum-hukum sosial serta ditegakkan oleh penegak-penegak hukum sosial yang berjumlah semestinya melebihi tentara nasional Indonesia.

Dalam masalah moral ini, masyarakat hanya perlu diingatkan lagi dan lagi karena ini bukanlah pidana, lalu yang membandel sebaiknya memang dikarantina dahulu untuk dididik kembali secara lebih intensif.  Pemerintah sebagai pengayom setiap warga negara perlu memastikan nilai-nilai moral telah melekat pada setiap organisasi di Indonesia dari yang besar sampai sekecil-kecilnya yang diantaranya meliputi organisasi pemerintahan, perusahaan swasta, sekolah-sekolah, media, DPR dan organisasi kemasyarakatan lainnya.

Warga negara dengan nilai moral yang tinggi akan bersifat tidak mau merugikan orang lain, menghargai dan berusaha berguna bagi masyarakat. Bisa dibayangkan jika semua warga negara Indonesia seperti itu maka Indonesia akan menjadi bangsa yang sangat besar dan bermartabat. Pendidikan moral yang efektif adalah pendidikan yang membuat seluruh warga negara Indonesia mengerti  akan arti pentingnya martabat setiap pribadi, dan arti perannya sebagai warga negara yang ikut membentuk martabat bangsa Indonesia.

 

Sumber :http://writing-contest.bisnis.com/artikel/read/20140401/377/216840/pendidikan-moral-yang-efektif

Posting By Eko Austian, S.Pd.I

~ oleh sdn2cangkoakdukupuntang pada Mei 13, 2014.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: